Aksi Ambil Untung Membayangi Gerak IHSG

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 9 Views comments

Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini bakal dibayangi aksi ambil untung yang memanfaatkan tren penguatan sepanjang pekan hingga menembus degree 6.594. Meski demikian, sejumlah sentimen positif diharapkan bisa terus berdatangan dan nantinya memperkuat gerak IHSG.

Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pola kenaikan IHSG akan kembali diuji aksi jual mendadak sebelum memperkuat posisi untuk melanjutkan proses kenaikan jangka menengah dan panjang.

"Tetap waspadai adanya aksi ambil untung yang dapat membuat kenaikan IHSG tertahan. Diharapkan aksi beli masih bisa berlanjut, sehingga proses kenaikan dapat bertahan," ucap Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

Sementara itu, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya berpendapat indeks akan terpengaruh sentimen suku bunga acuan Financial institution Indonesia (BI 7-Day Reverse Repo Price) yang diperkirakan bertahan di angka four,25 persen.

"Hari ini pola pergerakan IHSG akan dipengaruhi penantian pelaku pasar terhadap rilis knowledge BI 7-Day Repo Price yang disinyalir belum akan ada perubahan," ucap William.

Indeks, masih kata William, masih bergerak dalam rentang konsolidasi wajar yang ditopang oleh elementary perekonomian yang kuat dan proyeksi stabilnya neraca perdagangan Indonesia yang akan dilansir Badan pusat Statistik (BPS).

"IHSG memiliki help terdekat yang berupaya dipertahankan pada degree 6.492, sedangkan goal resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.671," papar William.

‎M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Complete Bangun Persada Tbk (TOTL), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

‎Kemudian cermati pula gerak saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Financial institution Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Financial institution Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan ‎PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

(ABD)


Comments