Alasan Keamanan, WNI Diimbau Tunda Kunjungan ke Palestina

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 12 Views comments

Pemuda Palestina membakar ban dalam bentrokan dengan petugas keamanan Israel di dekat Ramallah, Tepi Barat, 4 Oktober 2015. (Foto: AFP)

Amman: Palestina marah besar usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Palestina menegaskan langkah tersebut hanya akan mengobarkan ekstremisme dan kekerasan.

Menyikapi hal tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yordania mengimbau semua warga negara Indonesia yang hendak ke Palestina untuk menunda perjalanan mereka.

"Bagi WNI yang sedang berada di Palestina, kiranya dapat segera keluar dari wilayah tersebut pada kesempatan pertama, guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Kedubes RI di Amman dalam keterangan tertulis, Kamis 7 Desember 2017.

Indonesia menjadi negara pertama setelah Palestina yang mengutuk keras langkah Trump. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan keputusan Trump bertentangan dengan hukum internasional.

Dalam pembukaan Bali Democracy Discussion board X di Banten, Menlu Retno menggunakan syal buatan Palestina sebagai bentuk protes.

"Kami mengutuk keputusan Amerika Serikat. Indonesia selalu berdiri bersama Palestina. Saya memakai syal ini menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen bersama Palestina," tegas Menlu Retno, di ICE BSD, Tangerang.
 
"Amerika Serikat harus tahu apa itu demokrasi," lanjut Menlu Retno lagi.

Trump menyebut pengakuan terhadap Yerusalem merupakan hal yang memang harus dilakukan. Meski mengakui, Trump menunda memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem hingga enam bulan ke depan.

(WIL)

Comments