BI Tidak Akui Mata Uang Virtual Meski Dikeluarkan Negara Lain

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 15 Views comments

Jakarta: Financial institution Indonesia (BI) menegaskan larangan agar tidak menggunakan mata uang digital (digital foreign money) untuk bertransaksi. Hal ini termasuk jika suatu negara menerbitkan mata uang digital, namun tetap transaksinya tidak bisa diakui karena tidak menggunakan mata uang yang sah.

Sebelumnya, Pemerintah Venezuela menciptakan mata uang digital dengan tujuan untuk menangkal blokade finansial yang dilakukan Amerika Serikat. Mata uang digital bernama Petro tersebut disokong oleh cadangan migas, emas, dan berlian Venezuela.

"Itu kan mereka punya ketentuan sendiri. Tapi kalau untuk digunakan bertransaksi dengan negara lain tentunya tidak bisa karena aturan kita tidak memperbolehkan itu," kata Deputi Gubernur BI Sugeng, di Gedung BI, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Desember 2017.

Terbaru, BI juga melarang penggunaan mata uang digital bagi penyelenggara teknologi finansial atau financial know-how (fintech). Aturan ini tertuang dalam Peraturan BI (PBI) No.19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial tanggal 29 November 2017.

"Penyelenggara fintech dilarang lakukan kegiatan sistem pembayaran dengan mata uang virtual karena bukan alat pembayaran yang sah di Republik Indonesia. Apabila ada fintech yang memiliki layanan menggunakan mata uang digital, maka BI berhak untuk menolak perizinan atau meminta fintech tersebut untuk menghapus layanan transaksi itu," jelas dia.

BI berkali-kali menegaskan agar masyarakat maupun merchant tidak melakukan transaksi dengan mata uang digital seperti bitcoin. Apalagi bitcoin bukan merupakan alat pembayaran yang sah dan tidak diakui sebagai suatu mata uang yang bisa digunakan dalam sistem pembayaran.

"Tentu yang di luar yang diakui bank sentral tidak diakui sebagai sistem pembayaran. Bahwa yang penting masyarakat jangan menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Alat pembayaran di Indonesia ya rupiah," tegas Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara.

(ABD)

Comments