Bos Baru Uber Asia Pasifik untuk Tangani Kebijakan dengan Regulator

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 11 Views comments

Jakarta: Uber menunjuk Ann Lavin sebagai Senior Director of Public Coverage Authorities Relations untuk kawasan Asia Pasifik. Sebelum ini, wanita tersebut telah memimpin upaya kebijakan di Google untuk kawasan Tiongkok dan Asia Tenggara. 

"Saya senang Ann bisa bergabung dengan Uber dan memimpin upaya kebijakan kami di Asia Pasifik. Asia Pasifik adalah salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat dan tertinggi dalam bisnis kami," kata Jill Hazelbaker, Senior Vice President of Coverage & Communications Uber. 

Salah satu tugas wanita yang akrab dengan panggilan Ann tersebut adalah untuk bekerja sama dengan pemerintah, pembuat kebijakan serta pihak-pihak terkait. Memang, belakangan, persaingan antara taksi konvensional dan aplikasi berbasis transportasi seperti Uber telah kembali memanas. 

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tetang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek memaksa para pengendara perusahaan transportasi berbasis aplikasi seperti Uber, Go-Jek dan Seize untuk mengurus izin dan melakukan uji KIR. 

Jika para pengemudi taksi on-line melanggar peraturan menteri tersebut, maka Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mengandangkannya. 

Uber tidak hanya menghadapi masalah eksternal, tapi juga inner. Untuk lebih tepatnya dari salah satu investor barunya: SoftBank. Pada akhir tahun lalu, SoftBank mengucurkan dana USD9,3 miliar untuk Uber.

Bergerak cepat, SoftBank telah menyarankan Uber untuk fokus di pasar tertentu saja dan meninggalkan pasar yang lain. 

Perusahaan asal Jepang itu ingin agar Uber fokus mengembangkan bisnisnya di Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin dan Australia, tapi tidak di Asia. Tidak heran, mengingat SoftBank juga telah menanamkan investasi di perusahaan pesaing Uber di Asia seperti Didi Chuxing di Tiongkok dan Seize di Asia Tenggara. 

Meskipun begitu, dalam pernyataan resmi, Ann mengaku senang dengan penunjukkannya ini. Alasannya adalah karena dia menganggap, pasar Asia Pasifik sebagai pasar yang dinamis. Dengan jaringan yang luas, Ann diharapkan akan bisa membantu Uber mengembangkan bisnisnya di Asia Pasifik. 

(MMI)

Comments