Dunia Bersatu Tekan Trump

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 12 Views comments

PRESIDEN Joko Widodo dengan gamblang menegaskan Indonesia mengecam keras kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memindahkan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Tegas dan jelas, tidak samar dan tidak multitafsir.

Bukan hanya menolak pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel, Presiden memastikan sikap Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama rakyat Palestina memperjuangkan kemerdekaan dan hak-hak mereka. Itulah sikap sesuai dengan amanat UUD 1945. Sikap tersebut juga diikuti langkah diplomasi aktif Indonesia, sebagaimana yang juga diamanatkan konstitusi untuk berperan aktif menghapuskan segala bentuk penjajahan di muka bumi.

Indonesia secara politik juga menjadi pihak yang tak pernah sungkan mendengungkan hak-hak Palestina yang selama ini tertindas sejak Israel mengklaim wilayah Palestina yang mereka duduki. Presiden Jokowi menegaskan kebijakan mendukung kemerdekaan Palestina seutuhnya harus menjadi pegangan seluruh diplomasi internasional yang dilakukan pemerintah Republik Indonesia.

Tidak ada ruang secuil pun bagi upaya sepihak Amerika Serikat untuk meneguhkan pendudukan Israel di Palestina. Bahkan, Presiden Jokowi akan hadir langsung dalam sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menguatkan dukungan Indonesia terhadap Palestina pada Rabu (13/12) di Istanbul, Turki.

Selain berkomunikasi dengan OKI, pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera bersidang untuk membahas pengakuan sepihak pemerintah Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Indonesia harus menyuarakan dan mengingatkan agar resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB terkait dengan Jerusalem ditegakkan.

Indonesia pun bisa berperan dalam menggalang negara-negara anggota PBB untuk menginisiasi resolusi dalam discussion board Sidang Umum PBB yang menegaskan bahwa Jerusalem bukan ibu kota Israel. Indonesia tidak bisa membiarkan kesewenang-wenangan AS. Jika tidak dibendung, pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel bukan hanya akan meruntuhkan semua upaya perdamaian, melainkan juga meningkatkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Langkah AS bisa menjadi amunisi tambahan bagi kelompok-kelompok yang kerap membajak isu perjuangan Palestina untuk menyebarkan paham radikal dan melakukan aksi-aksi terorisme. Terang benderang bahwa persoalan Palestina-Israel bukankah persoalan dunia Islam semata, melainkan persoalan dunia seutuhnya.

Itulah sebabnya negara-negara lain seperti Inggris, Uni Eropa, Prancis, Tiongkok, Turki, Suriah, dan Irak mengecam dan mempersoalkan kebijakan Trump itu. Konflik Israel-Palestina juga melampaui persoalan agama. Persoalan ini terkait dengan kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dunia. Itulah sebabnya pemimpin Katolik dunia, Paus Fransiskus, juga mengecam Trump.

Kita berharap pimpinan dan komunitas agama-agama lain menyuarakan hal yang sama guna menekan AS dan Israel. Dengan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Jerusalem, Trump telah menantang dunia. Dunia harus bersatu menjawab tantangan itu dengan melakukan tekanan terhadap 'Negeri Paman Sam'.

Dengan begitu, kita boleh berharap Trump menimbang ulang kebijakan konyolnya tersebut. Bila Trump meninjau ulang kebijakan itu, hal ini bisa menjadi awal yang baru untuk mewujudkan perdamaian permanen di Palestina.

Comments