Gugatan Pilkada Tolikara, John Tabo Minta KPU dan MK Diperiksa

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 10 Views comments

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon Kepala Daerah Pilkada Tolikara John Tabo meminta pemerintah untuk memeriksa penyelenggara Pilkada dan Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini terkait dengan keputusan hasil Pilkada Tolikara yang dianggap tidak adil.

"Itu diperiksa, ada apa dibalik ini. Yang jelas kami tidak punya uang untuk bayar mereka," kata John dalam Prime Speak MetroTV, Kamis 12 Oktober 2017.

Menurutnya, keputusan MK tidak sesuai dengan fakta dan bukti yang disampaikan. Bahkan pihak penggugat menyebut jika pelaksanaan Pilkada Tolikara sarat dengan kecurangan.

"Di sini kami melihat putusan yang sudah ada, kan itu putusan undang-undang. Tolong baca undang-undang nomor 10 tahun 2016 pasal 71 ayat 5 itu pelanggaran yang nyata-nyata dilakukan itu harusnya didiskualifikasi," jelas dia.

John mengungkapkan, sebelum MK membacakan putusan pada 31 Juli 2017, pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Usman Genongga Wanibo-Dinus Wanibo sempat menyatakan bahwa pasangan nomor urut three, John Tabo-Barnabas Weya menang.

"Paslon nomor 1 sebelum putusan tanggal 31, tanggal 27 ke tolikara kumpulkan massa dia sampaikan bahwa secara hukum itu John Tabo menang. Tapi secara permainan kami sudah kasih putus leher, hari Senin sudah putusan, itu sudah disampaikan," jelas dia.

John melanjutkan, justru putusan MK menunjukkan ketidakadilan terhadap hak paslon. Sebab itu, dia meminta pemerintah memeriksa putusan tersebut. "Karena tidak ada ketegasan di sini soal hukum. Kalau negara ini tidak memiliki keadilan untuk kami rakyat kecil mencari keadilan, terima kasih. Kami akan cari keadilan di tempat lain," pungkasnya.

Dia pun mengakui jika massa yang menyerang kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) adalah pendukungnya. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk ketidakpuasan terkait hasil Pilkada di Tolikara, Papua.

Comments