Inggris Dituduh Menarik Perhatian dengan Misi Laut China Selatan

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 10 Views comments

Beijing: Kementerian Pertahanan Inggris berupaya menjustifikasi keberadaannya dan minta perhatian dengan misi yang direncanakan oleh kapal perangnya ke Laut China Selatan, bulan depan. Surat kabar Tiongkok melaporkannya pada Rabu.

Sebuah kapal perang Inggris akan berlayar melintasi Laut Cina Selatan demi menegaskan hak kebebasan navigasi, kata Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson dalam sambutan yang diumumkan, pada Selasa, saat berkunjung ke Australia.

Pejabat Inggris pertama kali menandai pelayaran tersebut, enam bulan lalu. Pelayaran itu kemungkinan akan memicu ketegangan dengan Tiongkok, yang mengklaim berkuasa atas sebagian besar perairan itu dan telah membangun fasilitas militer di pulau-pulau buatan.

Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim laut kaya energi yang dilintasi miliaran dolar dalam perdagangan setiap tahunnya.

Tabloid yang dikelola negara, International Occasions, mengatakan bahwa Williamson perlu menyatakan dengan jelas tujuan misi.

"Jika bukan provokasi, Angkatan Laut Kerajaan harus bersikap sopan saat melewati Laut Cina Selatan," bunyi editorial yang diterbitkan dalam edisi bahasa Inggris dan bahasa Tiongkok.

"Dengan bertindak melawan Tiongkok, Kementerian Pertahanan Inggris mencoba untuk memvalidasi keberadaannya dan minta perhatian," katanya.

Koran tersebut bertanya apakah Angkatan Laut Kerajaan benar-benar bisa menyelesaikan pelayaran. Seraya menimbang pemotongan anggaran dan masalah dengan kapal induk baru yang memiliki kebocoran.

"Karena Angkatan Laut Kerajaan dikabarkan seperti kapal induk yang bocor dan pemerintah Inggris memiliki anggaran yang ketat, tampaknya misi tersebut sulit bagi Angkatan Laut Kerajaan untuk datang ke sini memancing Tiongkok," tulisnya, seperti disitat Channel Information Asia, Rabu 14 Februari 2018.

Tiongkok sudah berulang kali menuduh negara-negara di luar wilayah tersebut, umumnya menyindir Amerika Serikat dan Jepang, yang coba memprovokasi masalah di Laut China Selatan. Sementara Tiongkok dan para tetangganya mencoba menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi.

Berbicara mengenai rencana Inggris, Kemenlu Tiongkok mengatakan, pada Selasa, bahwa pihaknya berharap "pihak yang terkait tidak mencoba untuk menciptakan masalah yang tidak ada".

(FJR)

Comments