Pilpres Diulang, Kenya Larang Aksi Protes di Pusat Kota

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 8 Views comments

Metrotvnews.com, Nairobi: Pihak berwajib di Kenya melarang aksi-aksi unjuk rasa di pusat kota Nairobi dan tempat-tempat lain. Hal itu sebagai upaya menjaga stabilitas menghadapi pemilihan presiden yang diulang.

Perintah tersebut dikeluarkan mencakup distrik-distrik bisnis di Nairobi, Kisumu, kota di bagian barat dan pelabuhan Mombasa. Aksi-aksi demonstrasi terjadi di daerah-daerah itu sejak Mahkamah Agung membatalkan pemungutan suara pada Agustus.

Oposisi utama, yang mengadakan pawai-pawai menyerukan reformasi dalam sistem pemungutan suara dan pemecatan para pejabat pemilihan presiden. Pihaknya akan turun ke jalan pada Jumat, kendati ada larangan tersebut.

"Protes-protes merupakan hak dan dilindungi konstitusi," kata juru bicara pemimpin oposisi Raila Odinga, Dennis Onyango sebagaimana dilansir dari AFP, Jumat 13 Oktober 2017.

Baca: Oposisi Boikot Parlemen Kenya, Pilpres Tak Terpengaruh

Para politikus dan pegiat dari berbagai kalangan saling melemparkan ejekan dan tuduhan sejak keputusan yang dikeluarkan, sehingga menimbulkan ketakutan-ketakutan terhadap terulangnya kembali kekerasan berbau etnis yang merenggut sekitar 1.200 jiwa setelah pemungutan suara tahun 2007.

Presiden Uhuru Kenyatta, yang kemenangannya dalam pilpres pada Agustus lalu dianulir oleh mahkamah, dijadwalkan akan maju lagi melawan Odinga pada 26 Oktober. Tetapi pekan ini Odinga mengumumkan mundur dari pesta demokrasi itu akibat kegagalan untuk mereformasi komisi pemilihan presiden.

Baca: Pengadilan Kenya Batalkan Hasil Pemilu, Oposisi Bersukacita

Komisi itu menanggapi bahwa pemungutan suara akan tetap berlangsung dengan kertas-kertas suara berisi nama-nama kandidat, seperti Odinga yang berlaga dalam pemungutan suara lalu.

Comments